Sabtu, 09 Mei 2009

kabupaten cirebon


Kabupaten Cirebon, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Sumber. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) di timur, Kabupaten Kuningan di selatan, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu di barat, serta Kota Cirebon dan Laut Jawa di utara.


[sunting] Pembagian administratif

Kabupaten Cirebon terdiri atas 40 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Sumber, yang berada di sebelah selatan Kota Cirebon.

[sunting] Geografi

Kabupaten Cirebon berada di daerah pesisir Laut Jawa. Bagian utara merupakan dataran rendah, sedang bagian barat daya berupa pegunungan, yakni lereng Gunung Ciremai.

[sunting] Transportasi

Cirebon berada di jalur pantura, sebagai pintu gerbang utama provinsi Jawa Barat di sebelah timur, yakni di kecamatan Losari. Pada waktu musim mudik, jalur ini merupakan salah satu yang terpadat di Indonesia. Cirebon juga terapat jalan tol Palimanan-Kanci.

[sunting] Prasarana

  1. Stasiun kereta api (Sta. Ciledug, Karangsuwung, Sindanglaut, Waruduwur, Losari, Babakan, Cangkring, Bangodua, Arjawinangun, dan Kaliwedi)
  2. Terminal (Ciledug dan Weru)

[sunting] Sarana

  1. Bus: jurusan Ciledug-Cirebon
  2. Elf: jurusan Ciledug-Cirebon (via Babakan), Ciledug-Cirebon (via Sindang Laut), Sindang Laut-Cirebon, Babakan-Cirebon, Losari-Cirebon, Losari-Tegal.
  3. Angkutan Kota: GP (Gunung Sari-Plered), GS (Gunung Sari-Sumber), GC (Gunung Sari-Ciperna), GM (Gunung Sari-Mundu), GG (Gunung Sari-Celancang), Celancang-Bakung, Plered-Celancang, Plered-Sumber, Plered-Arjawinangun, Plered-Gunung Jati, Plumbon-Sumber, Sumber-Jamblang, Sumber-Kramat, Sumber-Wanasaba, Jamblang-Megu

[sunting] Penduduk

Cirebon merupakan salah satu kabupaten terpadat di Jawa Barat. Penduduk Cirebon di bagian utara umumnya menggunakan Bahasa Jawa Dialek Cirebon sebagai bahasa sehari-hari. Dialek Cirebon merupakan ragam Bahasa Jawa yang cukup berbeda dengan Bahasa Jawa Standar, yang dituturkan di pesisir timur Jawa Barat. Sedangkan penduduk di bagian selatan pada umumnya telah terpengaruh oleh budaya Sunda.

[sunting] Pejabat Bupati

  1. 1800-1808 R. Sinuk (Muchamad)
  2. 1808-1828 R. Ngabei Suradiningrat
  3. 1828-1843 Kanjeng Kyai R. Adipati Baudenda Suradiningrat
  4. 1843-1847 R. Tumenggung Baudenda Suradiningrat
  5. 1847-1877 R. Adipati Surya Dirja
  6. 1877-1902 R. Adipati Suraadiningrat
  7. 1902-1918 R. Adipati Salmon Salam Suryadiningrat
  8. 1920-1927 R.M. Panji Aryiodinoto
  9. 1928-1942 R.Tg. Suriadi (Aria, Adipati, Pangeran)
  10. 1942-1943 M. Sewaka
  11. 1943-1945 M. Oemar Said
  12. 1945-1947 Mr. R. Ma'mun Sumadipraja
  13. 1947-1950 R. Sidik Baratadirdja
  14. 1950-1951 R. Mochamad Michrad
  15. 1951-1954 M. Radi Martadinata
  16. 1954-1956 R. Moestofa Soerjadi
  17. 1956-1957 R. Djoko Sa'id Prawiro Widjojo (Pj. Bupati)
  18. 1957-1958 R. Sulaeman Tanudiradja (Kepala Daerah)
  19. 1957-1958 Machbub Badjurie (Kepala Daerah)
  20. 1958-1960 R. Kamar Suriawidjaya (Pj. Bupati Cirebon)
  21. 1960-1965 R. Harum Zainal Abidin
  22. 1965-1966 R. Soemitro (Pj. Bupati Kepala Daerah Cirebon)
  23. 1966-1973 Kol. Inf. H.R. Anwar Soetisna
  24. 1973-1978 Kol. Inf. Hasan Soegandhi
  25. 1978-1983 Drs. H. Mr. Gunawan Bratasasmita
  26. 1983-1988 Kol. Caj. H. Memed Tohir
  27. 1988-1993 Kol. Art. H. Suwendho
  28. 1993-1998 Kol. Kav. H. Rachmat Djoehana
  29. 1998-2003 H. Sutisna SH
  30. 2003-2008 Drs. H. Dedi Supardi, MM

cirebon


pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon telah mengalokasikan bantuan bagi penyelenggaraan kegiatan Festival Keraton se Nusantara (FKN) ke 6, di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, pada 13-18 Nopember mendatang.

Namun menurut Wakil Walikota Cirebon, Sunaryo, alokasi dana tersebut hanyalah berupa bantuan pendukung, sementara sisanya menjadi kewenangan pihak Provinsi Jawa Barat.

"Seperti penyelenggaraan sebelumnya, Pemkot Cirebon selalu mengalokasikan dana bantuan bagi penyelenggaraan kegiatan festival, namun, mengenai berapa besarnya anggaran tersebut saya belum mengetahui secara pasti," ujarnya.

Sunaryo mengatakan, hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui secara pasti bantuan dari pihak provinsi bagi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Sampai saat ini Pemkot Cirebon belum menerima konfirmasi dari pihak provinsi, tapi alokasi anggaran untuk keikutsertaan kegiatan FKN itu memang sebagian besar dari provinsi,

candi borobudur

Candi Borobudur merupakan peninggalan sejarah yang sangat tidak ternilai bagi bangsa Indonesia dan dunia. Meskipun sudah bukan lagi merupakan 7 Keajaiban Dunia lagi, tapi diyakini bahwa Candi Borobudur adalah candi terbesar di dunia.

Candi ini didirikan oleh para penganut agama Budha Mahayana sekitar tahun800an Masehi pada masa pemerintahan dinasti Syailendra. Konon katanya pengerjaan candi tersebut sekitar 70 tahun!!!!

heh…!!! 70 tahun?????

Okelah…

Trus tau gak kenapa disekitar Candi Borobudur banyak sekali seniman2 yang pandai memahat patung?

Trus tau gak siapa yang berjasa dalam pembangunan tersebut???

Begini…

Orang yang paling berpengaruh dalam pembuatan Candi Borobudur adalah…(heheheh) PAK TUKANG..

Hehehehe…

Setelah Borobudur itu jadi, bapak tukang yang selama ini lelah bermandinkan keringat dan bercucuran air mata ingin kembali pulang ke rumah asalnya. Tetapi pas di jalan, pak tukang tersebut melihat gadis cilik, sebut saja Bunga (nama samaran) 16 th. Karena selama 70th hasaratnya tidak pernah tersalurkan maka timbul niat jahat pada diri pak tukang tersebut. Dalam kondisi rumah yang sepi, pak tukang tersebut melakukan tindakan tidak senonoh pada gadis tersebut, kemudian pak tukang pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada gadis itu.

Bulan berganti bulan orang tua Bunga curiga melihat nperubahan yang terjadi pada gadis kecilnya…setelah didesak akhirnya bunga mengaku bahwa ia hamil. merasa tidak terima akhirnya orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut kepolisian Syeilendra (saat ini polisi masih melakukan pengejaran).

Sembilan bulan kemudian akhirnya Bunga melahirkan bayi laki-laki. Setelah dewasa bayi tersebut mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa…yaitu ahli dalam seni patung (mungkin warisan dari bakat bapaknya).
Coba deh liat di sekitar daerah Borobudur sering kita jumpai seniman-seniman patung…yang memamerkan karyanya di pinggir jalan…

Kamis, 07 Mei 2009

ozon

Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 - 48 km (12 - 30 mil) di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.

Ozon adalah gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap dan dapat merusak paru-paru. Sebaliknya, lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di Bumi karena ia melindunginya dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, para ilmuan sangat khawatir ketika mereka menemukan bahwa bahan kimia klorofluorokarbon (CFC) yang biasa digunakan sebagai media pendingin dan gas pendorong spray aerosol, memberikan ancaman terhadap lapisan ini. Bila dilepas ke atmosfer, zat yang mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar Matahari yang menyebabkan klorin dapat bereaksi dan menghancurkan molekul-molekul ozon. Setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon. Oleh karena itu, penggunaan CFC dalam aerosol dilarang di Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia. Bahan-bahan kimia lain seperti bromin halokarbon, dan juga nitrogen oksida dari pupuk, juga dapat menyerang lapisan ozon.

Menipisnya lapisan ozon dalam atmosfer bagian atas diperkirakan menjadi penyebab meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia, merusak tanaman pangan tertentu, mempengaruhi plankton yang akan berakibat pada rantai makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat pemanasan global) akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya, terlalu banyak ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi mereka yang menderita masalah kardiopulmoner. [1]

[sunting] Lubang Ozon

Pada awal tahun 1980-an, para peneliti yang bekerja di Antartika mendeteksi hilangnya ozon secara periodik di atas benua tersebut. Keadaan yang dinamakan lubang ozon (suatu area ozon tipis pada lapisan ozon) ini, terbentuk saat musim semi di Antartika dan berlanjut selama beberapa bulan sebelum menebal kembali. Studi-studi yang dilakukan dengan balon pada ketinggian tinggi dan satelit-satelit cuaca menunjukkan bahwa persentase ozon secara keseluruhan di Antartika sebenarnya terus menurun. Penerbangan-penerbangan yang dilakukan untuk meneliti hal ini juga memberikan hasil yang sama.

[sunting] Regulasi

Pada tahun 1987, ditandatangani Protokol Montreal, suatu perjanjian untuk perlindungan terhadap lapisan ozon. Protokol ini kemudian diratifikasi oleh 36 negara termasuk Amerika Serikat. Pelarangan total terhadap penggunaan CFC sejak 1990 diusulkan oleh Komunitas Eropa (sekarang Uni Eropa) pada tahun 1989, yang juga disetujui oleh Presiden AS George Bush. Pada Desember 1995, lebih dari 100 negara setuju untuk secara bertahap menghentikan produksi pestisida metil bromida di negara-negara maju. Bahan ini diperkirakan dapat menyebabkan pengurangan lapisan ozon hingga 15 persen pada tahun 2000. CFC tidak diproduksi lagi di negara maju pada akhir tahun 1995 dan dihentikan secara bertahap di negara berkembang hingga tahun 2010. Hidrofluorokarbon atau HCFC, yang lebih sedikit menyebabkan kerusakan lapisan ozon bila dibandingkan CFC, digunakan sementara sebagai pengganti CFC, hingga 2020 pada negara maju dan 2016 di negara berkembang. Untuk memonitor berkurangnya ozon secara global, pada tahun 1991, National Aeronautics and Space Administration (NASA) meluncurkan Satelit Peneliti Atmosfer. Satelit dengan berat 7 ton ini mengorbit pada ketinggian 600 km (372 mil) untuk mengukur variasi ozon pada berbagai ketinggian dan menyediakan gambaran jelas pertama tentang kimiawi atmosfer di atas. 'sidhi anake sbr'

Jumat, 01 Mei 2009

nyatakan cinta


Pakai Mawar
Katakan cinta dengan mawar. Paling bagus dan romantis, berikan mawar di tepi pantai ketika matahari terbenam.
2. Di tepi sawah
Ungkapkan cinta di tepi saung. Di pinggir sawah. Ketika hujan gerimis mulai turun. Sungguh amat romantis. Dan jangan lupa, dilakukan pada pagi hari. Agar lebih syahdu. (*Teman saya yang memberikan tips ini adalah seorang petani*)
3. Kalau niatnya mau menikah, pakai basa-basi dengan kalimat ini
“Kita punya kesempatan buat ngejalanin hubungan ini kearah yg lebih serius. Kamu mau gak ngejalanin bareng saya? Kalau kamu mau, kita luruskan niat, Bismillah, mudah-mudahan membawa berkah untuk bersama”.
Lalu, ketika orang yang anda cinta sudah terlihat mengerjap-ngerjapkan mata karena kebingungan mau bilang apa, lanjutkan dengan kalimat ini “Take it or leave it?”
4. Dengan cahaya lilin
Ajak pasangan yang kamu cintai ke tempat lapang dan tidak terlalu terang untuk makan malam. Kalau tidak punya kebun, loteng rumah yang datar juga bagus. Pakailah pakaian yang bersih dan rapih. Wangi sedikit lebih bagus lagi. Nyalakan banyak lilin. Kalau bisa, seluruh ruangan diterangi oleh cahaya lilin. Putar musik instrumental volume rendah.
Pegang tangannya. Tatap matanya. Dan katakanlah cinta.
5. Piknik di taman kota
Ini cocok buat para pencinta yang bujetnya pas-pasan. Yaitu, ajak pasangan ke taman kota. Bawa keranjang makanan sendiri. Dan jangan lupa kalau bisa bisa main musik, mainkan alat musik di depan pasangan kamu. Setelah itu, bacakanlah puisi cinta. Kalau kamu tidak bisa membuat puisi cinta. Saatnya untuk googling. Carilah puisi cinta yang paling bagus untuk dibacakan di depan orang yang akan kamu tembak. (*ini tips dari teman, mahasiswa merangkap anak kost*)

globalisasi


Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan dataran bumi, yang disebabkan oleh banyak hal namun yang paling mendominasi adalah efek rumah kaca, efek umpan balik dan variasi matahari. Pemanasan global memberikan banyak sekali efek negatif, salah satunya yang saat ini kita bisa rasakan adalah perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim.
Namun, sampai sekarang sepertinya belum ada solusi kongkrit yang dapat menanggulangi permasalahan pemanasan global ini. Dunia memang sudah mengadakan konferensi-konferensi untuk membahas penanggulangan masalah ini namun sampai sekarang ini kita hanya disajikan dengan hasil-hasil konferensi yang lebih bersifat teori. Sedangkan, yang kita butuhkan saat ini adalah solusi kongkrit yang masyarakat dunia bisa mempraktekanya dengan mudah dan cepat. Karena masalah pemanasan global ini adalah masalah yang berpacu dengan waktu. Sedikit saja kita salah memperhitungkan waktu kita akan menyesal nantinya.
Kita kembali lagi membicarakan tentang konferensi-konferensi dunia yang telah dilaksanakan untuk membahas tentang penanggulangan pemanasan global. Dulu kita telah mengenal protokol Kyoto, dan baru- baru ini dunia juga telah mengadakan konferensi tentang pemanasan global yang berlangsung di Nusa Dua - Bali tahun 2007 yang lalu yang dikenal dengan UNFCCC (United Nations Framework Conference of Climate Change) . Konferensi tersebut menghasilkan keputusan-keputusan yang akan menjadi jalan untuk mencapai konsensus baru lebih lanjut pada 2009 di Kopenhagen, Denmark sebagai pengganti Protokol Kyoto fase pertama yang berakhir pada tahun 2012 mendatang. Keputusan – keputusan tersebutkita kenal sebagai peta jalan Bali

penaggulangan global warming


Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan dataran bumi, yang disebabkan oleh banyak hal namun yang paling mendominasi adalah efek rumah kaca, efek umpan balik dan variasi matahari. Pemanasan global memberikan banyak sekali efek negatif, salah satunya yang saat ini kita bisa rasakan adalah perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim.
Namun, sampai sekarang sepertinya belum ada solusi kongkrit yang dapat menanggulangi permasalahan pemanasan global ini. Dunia memang sudah mengadakan konferensi-konferensi untuk membahas penanggulangan masalah ini namun sampai sekarang ini kita hanya disajikan dengan hasil-hasil konferensi yang lebih bersifat teori. Sedangkan, yang kita butuhkan saat ini adalah solusi kongkrit yang masyarakat dunia bisa mempraktekanya dengan mudah dan cepat. Karena masalah pemanasan global ini adalah masalah yang berpacu dengan waktu. Sedikit saja kita salah memperhitungkan waktu kita akan menyesal nantinya.
Kita kembali lagi membicarakan tentang konferensi-konferensi dunia yang telah dilaksanakan untuk membahas tentang penanggulangan pemanasan global. Dulu kita telah mengenal protokol Kyoto, dan baru- baru ini dunia juga telah mengadakan konferensi tentang pemanasan global yang berlangsung di Nusa Dua - Bali tahun 2007 yang lalu yang dikenal dengan UNFCCC (United Nations Framework Conference of Climate Change) . Konferensi tersebut menghasilkan keputusan-keputusan yang akan menjadi jalan untuk mencapai konsensus baru lebih lanjut pada 2009 di Kopenhagen, Denmark sebagai pengganti Protokol Kyoto fase pertama yang berakhir pada tahun 2012 mendatang. Keputusan – keputusan tersebutkita kenal sebagai peta jalan Bali